Thoriqoh Shiddiqiyyah

Dari diajarkannya thoriqoh Shiddiqiyyah, terbentuklah beragam organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah yang diikuti oleh semua murid-murid. Thoriqoh Shiddiqiyyah sendiri bukan lah organisasi.

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menyampaikan beberapa tanbih terkait keorganisasian bahwa :

Jiwa atau roh yang menggerakkan semua Organisasi adalah thoriqoh Shiddiqiyyah. Yang pokok pangkalnya bersumber dari dzikir Laa ilaaha illalloh dan dzikir Ismu Dzat.

Ciri khas semua organisasi adalah Shillaturrahmi, Santun, dan Shodaqoh. Menurut hadist, tiga ciri khas ini memiliki banyak keajaiban.

Daya pendorong semua organisasi adalah Walaa taqnathuu min rohmatillah. Tidak berputus asa dari rohmat Alloh. (Q.S. Zumar). Sifat yang jauh dari putus asa memberi pendorong untuk memiliki jiwa dinamis, optimis, dan realis.

Turunnya 124 ribu dan 104 kitab suci semuanya ditujukan untuk mendidik aqidah, untuk mendidik akhlak manusia. Atau bertujuan untuk pendidikan manusia. Maka, tujuan semua organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah berawal dari kesadaran akan pentingnya pendidikan, yaitu terciptanya tujuan hidup abdan syakuro.

Dengan pedoman-pedoman di atas, maka semua organisasi Shiddiqiyyah bergerak, hidup berkembang dengan bijaksana, atas Ridlo Alloh.